18 Maret 2025 — Proyek internasional FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable, Data-Driven Food Systems in Indonesia) kembali menyelenggarakan workshop dengan tema “Advanced Food Safety Systems”, menghadirkan pakar dari University College Dublin (UCD) dan KU Leuven (Belgia). Kegiatan ini membahas pendekatan mutakhir dalam keamanan pangan, termasuk analisis risiko secara kuantitatif, predictive modelling, serta dasar-dasar predictive microbiology yang menjadi fondasi sistem keamanan pangan modern. Workshop diikuti oleh civitas akademika dari berbagai universitas di Indonesia, peneliti, serta praktisi industri pangan.
Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Enda Cummins (UCD) yang menjelaskan secara komprehensif tentang Quantitative Risk Assessment (QRA) dalam keamanan pangan. Beliau menguraikan tiga komponen utama analisis risiko, yaitu risk assessment, risk management, dan risk communication, serta empat tahapan kunci dalam risk assessment: identifikasi bahaya, karakterisasi bahaya, asesmen paparan, dan karakterisasi risiko. Prof. Enda menegaskan bahwa metode kuantitatif diperlukan untuk menghasilkan estimasi risiko yang lebih akurat, terutama ketika menghadapi ketidakpastian data dan kompleksitas sistem pangan modern.
Sesi kedua dibawakan oleh Dr. Rajat Nag (UCD) yang memaparkan bagaimana predictive microbiology dan probabilistic modelling digunakan untuk mendukung keputusan dalam manajemen keamanan pangan. Materi mencakup model-model pertumbuhan mikroba seperti Gompertz dan Baranyi, penggunaan Monte Carlo Simulation, serta penerapan predictive modelling dalam industri pangan, seperti estimasi umur simpan dan kontrol bahaya mikrobiologis. Beliau juga memperkenalkan berbagai perangkat lunak seperti ComBase, MicroHibro, @RISK, dan Risk Ranger yang digunakan dalam pemodelan risiko mikrobiologi pangan.
Sesi penutup disampaikan oleh Dr. Simen Akkermans (KU Leuven) yang memberikan pengantar mendalam tentang Predictive Microbiology, bidang yang mempelajari bagaimana mikroorganisme merespons perubahan kondisi lingkungan seperti pH, suhu, dan aktivitas air. Dr. Akkermans menjelaskan tiga jenis model mikrobiologi prediktif — primary, secondary, dan tertiary models — serta aplikasinya dalam penentuan umur simpan, optimasi proses, dan perancangan produk pangan yang aman. Beliau menekankan bahwa meski model matematis sangat membantu, validasi dengan data dunia nyata tetap menjadi keharusan agar hasil prediksi dapat diandalkan.Workshop Advanced Food Safety Systems mempertegas peran FIND4S dalam mendukung transformasi sistem pangan Indonesia menuju pendekatan yang lebih ilmiah, berbasis data, dan selaras dengan perkembangan global di bidang keamanan pangan. Melalui kerja sama strategis dengan perguruan tinggi Eropa, kegiatan ini memberikan peluang bagi mahasiswa dan dosen Indonesia untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kapasitas dalam penerapan teknologi analitik dan prediktif di bidang keamanan pangan.
©2025. IT FTP Untag Semarang. All Rights Reserved.